Museum dr. Moh Saleh Probolinggo
Museum dr. Moh Saleh Probolinggo - Museum dr. Moh Salehlah salah satu tempat destinasi wisata bersejaerah yang berada di Jl. dr. Moh. Saleh nomor 1 Kota Probolinggo Jawa Timur, tempat ini merupakan peninggalan sejarah pada masa kolonial Belanda. Mengapa museun ini dinamakan museum dr. Mohammad saleh karena duhulu tempat ini adalah bekas kediaman dr. Moh Saleh dan sekaligus rumah sakit yang beroperasi pertama kalinya di Kota Probolinggo. Karena dahulu masih dikuasai oleh belanda maka belanda mengeluarkan kebijakan untuk membangun rumah sakit disetiap daerah kekuasaannya. Oleh karena itu tidak heran jika desain museum ini seperti dibangun oleh arsitektur bangunan belanda.
dr. Mohammad Saleh adalah mahasiswa lulusan STOVIA (School Tot Opleiding van Indlandsche Artsen) yang awalnya bernama sekolah Dokter Djawa. Pada Saat usia 20 tahun, Ia mendirikan pergeragakn bersama dr. Soetomo dan beberapa mahasiswa STOVIA lainnya. Pergerakan tersebut bernama Boedi Oetomo. Stelah lulus dari STOVIA Dokter Mohammad saleh ditugaskan oleh belanda sebagai dokter pribumi mulai di jakarta, Boyolali jawa Tengah, Kolonedele Sulawesi Tengah, Bondowoso, Pasuruan, dan menjelang usia 50 tahun yaitu sekitar tahun 1938 ia bertugas di Probolinggo sampai akhir hayatnya.
Selama di kota Probolinggo, Dr Mohammad Saleh menetap dirumah di Jl. Laoet nomor 1 yang sekarang menjadi Jl. Dr. Moh. Saleh nomor 1. Dirumah tersebut ia mempersatukan pemuda dan pemudi dari berbagai suku di Indonesia, sehingga mendapat julukan sebagai rumah BhinekaTtunggal Ika. Selain itu, di rumah ini pula terbentuknya partai politik pertama, yaitu Partai Indonesia Raya (Parindra) yang didirikan bersama Dr. Soetomo. Rumah tersebut juga dijadikan sebagai rumah sakit umum pada masa pemerintahan kolonial belanda. Meskipun dokter Mohammad saleh tinggal dan bertugas disana, namun tempat tersebut masih dibawah kekuasaan belanda.
![]() |
| Museum dr. Moh Saleh Probolinggo |
Sejarah Museum dr. Moh Saleh Probolinggo
dr. Mohammad Saleh merupakan salah satu dr. pribumi yang lahir di Simo, Jawa Tengah tanggal 15 Maret 1888. Ia anak termuda dari 5 bersaudara pasangan Haji Sastrodikromo dan Hajah Nalirah. Kemudian ia memperistri Emma Naimah, putrid termuda dari 4 bersaudara pasangan daeng Moehsin dan Masnoon yang lahir dijakarta tahun 1883. Ia dikaruniai sebelas anak, yaitu 8 anak laki-laki dan 3 anak perempuan.dr. Mohammad Saleh adalah mahasiswa lulusan STOVIA (School Tot Opleiding van Indlandsche Artsen) yang awalnya bernama sekolah Dokter Djawa. Pada Saat usia 20 tahun, Ia mendirikan pergeragakn bersama dr. Soetomo dan beberapa mahasiswa STOVIA lainnya. Pergerakan tersebut bernama Boedi Oetomo. Stelah lulus dari STOVIA Dokter Mohammad saleh ditugaskan oleh belanda sebagai dokter pribumi mulai di jakarta, Boyolali jawa Tengah, Kolonedele Sulawesi Tengah, Bondowoso, Pasuruan, dan menjelang usia 50 tahun yaitu sekitar tahun 1938 ia bertugas di Probolinggo sampai akhir hayatnya.
Selama di kota Probolinggo, Dr Mohammad Saleh menetap dirumah di Jl. Laoet nomor 1 yang sekarang menjadi Jl. Dr. Moh. Saleh nomor 1. Dirumah tersebut ia mempersatukan pemuda dan pemudi dari berbagai suku di Indonesia, sehingga mendapat julukan sebagai rumah BhinekaTtunggal Ika. Selain itu, di rumah ini pula terbentuknya partai politik pertama, yaitu Partai Indonesia Raya (Parindra) yang didirikan bersama Dr. Soetomo. Rumah tersebut juga dijadikan sebagai rumah sakit umum pada masa pemerintahan kolonial belanda. Meskipun dokter Mohammad saleh tinggal dan bertugas disana, namun tempat tersebut masih dibawah kekuasaan belanda.
